Artikel
- 17 Juni 2008
Rasionalitas Politik dan PKB - 01 April 2008
OP Minyak Goreng Belum Bisa Turunkan Harga - 01 April 2008
Presiden Minta Fokus Tingkatkan Produksi Beras - 01 April 2008
3.200 Ton Kedelai Bersubsidi Mulai Disalurkan - 21 Pebruari 2008
MEMBANGUN BANGSA ADALAH MEMBANGUN DESA - 21 Pebruari 2008
PENGUATAN KELEMBAGAAN DESA - 21 Pebruari 2008
INVESTASI DI DAERAH TERTINGGAL - 02 Pebruari 2008
PENDEKATAN HOLISTIK PEMBANGUNAN PERBATASAN - 02 Pebruari 2008
KEMISKINAN DI PERBATASAN DAN NASIONALISME - 02 Pebruari 2008
ISLAM, PLURALISME DAN KEPEMIMPINAN
Berita
Kamis, 18 Desember 2008 21:54:36
4.127 Rekening Dibekukan
Kategori: Umum (323 kali dibaca)
Menteri Keuangan melalui Bank Indonesia (BI) meminta perbankan untuk membekukan 4.127 rekening liar senilai Rp1,17 triliun, dan valuta asing sebesar USD9,3 juta.
"Atas kewenangan berdasarkan UU, per 16 desember 2008 melalui surat, Menkeu melalui BI meminta kepada bank-bank untuk membekukan 4.127 rekening dengan nilai Rp1,17 T dan valas USD 9,3 juta," ujar Inspektur Jenderal Departemen Keuangan Hekinus Manao, kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Menkeu pun, menurut Hekinus, meminta masing-masing Itjen Departemen untuk menyelidiki sekira 4.085 rekening dengan nilai Rp1,32 triliun dan valas senilai USD10,28 juta.
"Paling banyak dari segi jumlah rekening yang harus diselidiki, yaitu Departemen Agama 479 rekening dengan nilai Rp32,4 miliar. Sementara dari segi jumlah nominal adalah Departemen Kesehatan sekira Rp480,4 miliar di 37 rekening," ungkapnya.
Hekinus menambahkan, kasus dugaan rekening liar di departemen tersebut dianggap hanya masalah kekeliruan saja. Kemudian ada yang meminta bantuan BPKP untuk memeriksa sekira 175 rekening dengan nilai Rp854,4 miliar dan valas USD474 ribu di 23 kementerian/lembaga (K/L).
"Pemeriksaan rekening liar yang kami serahkan ke BPKP itu, dikarenakan kecurigaan kami. Namun belum kepada indikasi adanya kerugian negara," jelasnya.
Selain itu, ada sekira 260 rekening liar dengan nilai Rp314 miliar dan valas USD11 juta yang diserahkan ke KPK untuk diinvestigasi.
Dia mengatakan, ada dua alasan mengapa minta bantuan KPK. Pertama, karena pihak Depkeu menyerah dan ada indikasi adanya kemungkinan penyalahgunaan dan menyebabkan kerugian negara.
"Dari 260 rekening itu termasuk 102 rekening liar di MA yang kita enggak tahu berapa jumlah nilainya, karena mereka tidak mau bekerja sama. Lalu Depdagri 36 rekening, pertanian 32 rekening, Depkumham 66 rekening, Depsos 21 rekening, dan BP Migas satu rekening," pungkasnya (Eko)
"Atas kewenangan berdasarkan UU, per 16 desember 2008 melalui surat, Menkeu melalui BI meminta kepada bank-bank untuk membekukan 4.127 rekening dengan nilai Rp1,17 T dan valas USD 9,3 juta," ujar Inspektur Jenderal Departemen Keuangan Hekinus Manao, kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Menkeu pun, menurut Hekinus, meminta masing-masing Itjen Departemen untuk menyelidiki sekira 4.085 rekening dengan nilai Rp1,32 triliun dan valas senilai USD10,28 juta.
"Paling banyak dari segi jumlah rekening yang harus diselidiki, yaitu Departemen Agama 479 rekening dengan nilai Rp32,4 miliar. Sementara dari segi jumlah nominal adalah Departemen Kesehatan sekira Rp480,4 miliar di 37 rekening," ungkapnya.
Hekinus menambahkan, kasus dugaan rekening liar di departemen tersebut dianggap hanya masalah kekeliruan saja. Kemudian ada yang meminta bantuan BPKP untuk memeriksa sekira 175 rekening dengan nilai Rp854,4 miliar dan valas USD474 ribu di 23 kementerian/lembaga (K/L).
"Pemeriksaan rekening liar yang kami serahkan ke BPKP itu, dikarenakan kecurigaan kami. Namun belum kepada indikasi adanya kerugian negara," jelasnya.
Selain itu, ada sekira 260 rekening liar dengan nilai Rp314 miliar dan valas USD11 juta yang diserahkan ke KPK untuk diinvestigasi.
Dia mengatakan, ada dua alasan mengapa minta bantuan KPK. Pertama, karena pihak Depkeu menyerah dan ada indikasi adanya kemungkinan penyalahgunaan dan menyebabkan kerugian negara.
"Dari 260 rekening itu termasuk 102 rekening liar di MA yang kita enggak tahu berapa jumlah nilainya, karena mereka tidak mau bekerja sama. Lalu Depdagri 36 rekening, pertanian 32 rekening, Depkumham 66 rekening, Depsos 21 rekening, dan BP Migas satu rekening," pungkasnya (Eko)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar
Agenda
Editorial
- 05 November 2008
Lukman Edy "Bernostalgia masa lalu" Di Kepri - 05 November 2008
LUKMAN EDY ; SPIRIT BARU BAGI KAUM MUDA - 22 September 2008
Laporan Perjalanan Safari Ramadhan 1429H - 03 Maret 2008
Lukman Edy, Jum'at adalah Waktu Untuk Keluarga - 14 Januari 2008
EVALUASI 3 TAHUN DAERAH TERTINGGAL - 07 November 2007
'Keluarga Harapkan Lukman Edy tidak Berubah' - 07 November 2007
Pembangunan Daerah Tertinggal Butuh Payung Regulasi - 05 November 2007
Catatan Dari Safari Ramadhan 1428H - 05 November 2007
Filosofi Karpet Merah - 05 November 2007
Kejar Ketertinggalan dengan Dana Minim
Pemikiran
- 15 September 2008
Lingkungan Hidup - 15 September 2008
Land Reform - 15 September 2008
Stabilitas Moneter - 15 September 2008
Menuntaskan Konsolidasi Demokrasi - 10 September 2008
Integrasi NKRI - 10 September 2008
Otonomi Daerah - 10 September 2008
Pembangunan Pedesaan Dan Pengembangan Wilayah - 10 September 2008
Pengelolaan SDA Yang Bijaksana - 05 September 2008
PENYEDIAAN ENERGI NASIONAL - 05 September 2008
Pemberantasan Korupsi


