Artikel
- 17 Juni 2008
Rasionalitas Politik dan PKB - 01 April 2008
OP Minyak Goreng Belum Bisa Turunkan Harga - 01 April 2008
Presiden Minta Fokus Tingkatkan Produksi Beras - 01 April 2008
3.200 Ton Kedelai Bersubsidi Mulai Disalurkan - 21 Pebruari 2008
MEMBANGUN BANGSA ADALAH MEMBANGUN DESA - 21 Pebruari 2008
PENGUATAN KELEMBAGAAN DESA - 21 Pebruari 2008
INVESTASI DI DAERAH TERTINGGAL - 02 Pebruari 2008
PENDEKATAN HOLISTIK PEMBANGUNAN PERBATASAN - 02 Pebruari 2008
KEMISKINAN DI PERBATASAN DAN NASIONALISME - 02 Pebruari 2008
ISLAM, PLURALISME DAN KEPEMIMPINAN
Berita
Kamis, 18 Desember 2008 21:50:36
SBY Gelar Rapat Mendadak
Kategori: Umum (290 kali dibaca)
Usai acara pemberian penghargaan ketahanan pangan wartawan yang biasa meliput di Istana Kepresiden dikejutkan dengan agenda rapat terbatas yang digelar mendadak. Padahal dalam agenda yang diberikan wartawan tidak ada jadwal rapat terbatas.
Sejumlah menteri yang sebelumnya menemani presiden di acara penghargaan itu seperti Hattarajasa dan Sudi Silalahi tampak langsung menuju kantor presiden yang berada di tengah-tengah kompleks istana. Tak lama berselang, SBY yang mengenakan batik warna hitam coklat didampingi Mentan Anton Apriantono menyusul ke ruanagan rapat di lantai dua.
Diduga rapat terbatas ini membahas kenaikan harga-harga bahan pokok menjelang akhir tahun. Pasalnya sejumlah menteri nampak membuka bahan rapat yang berisi harga bahan-bahan pokok.
"Gila ya, cabe merah yang pada 1999 harganya Rp1.300 sekarang jadi Rp.19000 per kilo," ujar Mendag Mari Elka Pangestu yang duduk bersebalahan dengan ketua BPS Rusman Heryawan di Kantor Presiden, Kamis (18/12/2008).
SBY yang membuka rapat pun terdengar sayup mengucapkan "harga minyak goreng."
Rapat dimulai tepat pukul 17.00 WIB, di kantor presiden lantai dua. Turut hadir dalam rapat ini Hattarajasa, Sudi Silalahi, Fahmi Idris, Anton Apriantono, Sofyan Djalil, dan Widodo AS (Eko)
Sejumlah menteri yang sebelumnya menemani presiden di acara penghargaan itu seperti Hattarajasa dan Sudi Silalahi tampak langsung menuju kantor presiden yang berada di tengah-tengah kompleks istana. Tak lama berselang, SBY yang mengenakan batik warna hitam coklat didampingi Mentan Anton Apriantono menyusul ke ruanagan rapat di lantai dua.
Diduga rapat terbatas ini membahas kenaikan harga-harga bahan pokok menjelang akhir tahun. Pasalnya sejumlah menteri nampak membuka bahan rapat yang berisi harga bahan-bahan pokok.
"Gila ya, cabe merah yang pada 1999 harganya Rp1.300 sekarang jadi Rp.19000 per kilo," ujar Mendag Mari Elka Pangestu yang duduk bersebalahan dengan ketua BPS Rusman Heryawan di Kantor Presiden, Kamis (18/12/2008).
SBY yang membuka rapat pun terdengar sayup mengucapkan "harga minyak goreng."
Rapat dimulai tepat pukul 17.00 WIB, di kantor presiden lantai dua. Turut hadir dalam rapat ini Hattarajasa, Sudi Silalahi, Fahmi Idris, Anton Apriantono, Sofyan Djalil, dan Widodo AS (Eko)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar
Agenda
Editorial
- 05 November 2008
Lukman Edy "Bernostalgia masa lalu" Di Kepri - 05 November 2008
LUKMAN EDY ; SPIRIT BARU BAGI KAUM MUDA - 22 September 2008
Laporan Perjalanan Safari Ramadhan 1429H - 03 Maret 2008
Lukman Edy, Jum'at adalah Waktu Untuk Keluarga - 14 Januari 2008
EVALUASI 3 TAHUN DAERAH TERTINGGAL - 07 November 2007
'Keluarga Harapkan Lukman Edy tidak Berubah' - 07 November 2007
Pembangunan Daerah Tertinggal Butuh Payung Regulasi - 05 November 2007
Catatan Dari Safari Ramadhan 1428H - 05 November 2007
Filosofi Karpet Merah - 05 November 2007
Kejar Ketertinggalan dengan Dana Minim
Pemikiran
- 15 September 2008
Lingkungan Hidup - 15 September 2008
Land Reform - 15 September 2008
Stabilitas Moneter - 15 September 2008
Menuntaskan Konsolidasi Demokrasi - 10 September 2008
Integrasi NKRI - 10 September 2008
Otonomi Daerah - 10 September 2008
Pembangunan Pedesaan Dan Pengembangan Wilayah - 10 September 2008
Pengelolaan SDA Yang Bijaksana - 05 September 2008
PENYEDIAAN ENERGI NASIONAL - 05 September 2008
Pemberantasan Korupsi


