Artikel
- 17 Juni 2008
Rasionalitas Politik dan PKB - 01 April 2008
OP Minyak Goreng Belum Bisa Turunkan Harga - 01 April 2008
Presiden Minta Fokus Tingkatkan Produksi Beras - 01 April 2008
3.200 Ton Kedelai Bersubsidi Mulai Disalurkan - 21 Pebruari 2008
MEMBANGUN BANGSA ADALAH MEMBANGUN DESA - 21 Pebruari 2008
PENGUATAN KELEMBAGAAN DESA - 21 Pebruari 2008
INVESTASI DI DAERAH TERTINGGAL - 02 Pebruari 2008
PENDEKATAN HOLISTIK PEMBANGUNAN PERBATASAN - 02 Pebruari 2008
KEMISKINAN DI PERBATASAN DAN NASIONALISME - 02 Pebruari 2008
ISLAM, PLURALISME DAN KEPEMIMPINAN
Berita
Kamis, 18 Desember 2008 21:42:34
Konflik KNPI Berpotensi Tingkatkan Golput
Kategori: Umum (332 kali dibaca)
Konflik internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) diharapkan dapat segera selesai secara damai, karena jika terus berlarut-larut, dikhawatirkan akan mengganggu proses dan kegiatan Pemilu 2009 mendatang.
"Kalau adik-adik kita membaca koran atau menonton televisi, kemudian melihat kakak-kakak mereka di dunia politik berkelahi, ya tentunya bisa menimbulkan sikap apatis pada saat Pemilu nanti. Ini bisa berpotensi menambah jumlah golput," kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Partai Karya Perjuangan (DPN Pakar Pangan) Jackson Kumaat di Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Diketahui, KNPI terpecah menjadi dua kubu, yakni versi Kongres di Bali dengan Ketua Umumnya Aziz Syamsuddin dan versi kongres Ancol dengan pimpinannya Ahmad Doli Kurnia.
"Konflik internal KNPI dapat menimbukkan image buruk bagi generasi muda, yang merupakan kalangan pemilih dengan jumlah terbesar pada Pemilu mendatang. Kalau ini dibiarkan, maka banyak pemilih pemula yang enggan mencoblos, karena beranggapan senior atau kakak-kakak mereka tidak mampu bersatu untuk bangsa dan negara," ujar Jackson yang juga mantan aktivis.
Menurut dia, masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk Pemilu mendatang, tentunya akan mencermati aktivitas organisasi kepemudaan, termasuk kegiatan para calon legislatif (caleg) muda menjelang Pemilu Legislatif 2009.
"Kalau adik-adik kita membaca koran atau menonton televisi, kemudian melihat kakak-kakak mereka di dunia politik berkelahi, ya tentunya bisa menimbulkan sikap apatis pada saat Pemilu nanti. Ini bisa berpotensi menambah jumlah golput," katanya.
Pihaknya merasa optimis, jika masalah internal di KNPI dapat segera berakhir, maka akan menumbuhkan kepercayaan di masyarakat khususnya pemilih pemula, bahwa anak-anak muda yang berkancah di dunia politik, mampu bersatu untuk perubahan bersama. Jackson juga yakin, jika pengurus KNPI memiliki sikap elegan dan gentleman, bisa menimbukan image positif, bahwa tokoh muda Indonesia mampu menjadi pemimpin masa depan.
Lebih lanjut Jackson mengatakan, pihaknya meminta kedua kubu pengurus KNPI yang berseteru, untuk kembali mengadakan pertemuan, kemudian bicara dari hati ke hati menyelesaikan konflik internal tanpa diwarnai kekerasan. Apalagi menurutnya, para pendahulu bangsa the founding fathers selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat.
"Apapun hasil keputusan musyawarah harus ditaati bersama, meski nantinya ada pihak yang kurang diuntungkan. Keputusan bersama bukan berarti yang terbanyak adalah pemenangnya, tapi lebih dari itu, yakni bisa berguna untuk kepentingan bersama. Pokoknya kubu Aziz dan Doli harus legowo dan tidak menympan dendam," ujar Jackson, yang pernah menjabat Sekjen Senat Mahasiswa STIE Nusantara Jakarta.
Dia juga mengaku siap jika diminta melakukan mediasi kedua pihak yang bertikai, asalkan semuanya dapat bersikap terbuka dan tidak memunculkan ego.
"Pemerintah hanya diperlukan sebagai fasilitator. Saya kira Meneg Pemuda dan Olahraga Adhiyaksa Dault, bersedia membantu demi keutuhan para pemuda," katanya. (Eko)
"Kalau adik-adik kita membaca koran atau menonton televisi, kemudian melihat kakak-kakak mereka di dunia politik berkelahi, ya tentunya bisa menimbulkan sikap apatis pada saat Pemilu nanti. Ini bisa berpotensi menambah jumlah golput," kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Partai Karya Perjuangan (DPN Pakar Pangan) Jackson Kumaat di Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Diketahui, KNPI terpecah menjadi dua kubu, yakni versi Kongres di Bali dengan Ketua Umumnya Aziz Syamsuddin dan versi kongres Ancol dengan pimpinannya Ahmad Doli Kurnia.
"Konflik internal KNPI dapat menimbukkan image buruk bagi generasi muda, yang merupakan kalangan pemilih dengan jumlah terbesar pada Pemilu mendatang. Kalau ini dibiarkan, maka banyak pemilih pemula yang enggan mencoblos, karena beranggapan senior atau kakak-kakak mereka tidak mampu bersatu untuk bangsa dan negara," ujar Jackson yang juga mantan aktivis.
Menurut dia, masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk Pemilu mendatang, tentunya akan mencermati aktivitas organisasi kepemudaan, termasuk kegiatan para calon legislatif (caleg) muda menjelang Pemilu Legislatif 2009.
"Kalau adik-adik kita membaca koran atau menonton televisi, kemudian melihat kakak-kakak mereka di dunia politik berkelahi, ya tentunya bisa menimbulkan sikap apatis pada saat Pemilu nanti. Ini bisa berpotensi menambah jumlah golput," katanya.
Pihaknya merasa optimis, jika masalah internal di KNPI dapat segera berakhir, maka akan menumbuhkan kepercayaan di masyarakat khususnya pemilih pemula, bahwa anak-anak muda yang berkancah di dunia politik, mampu bersatu untuk perubahan bersama. Jackson juga yakin, jika pengurus KNPI memiliki sikap elegan dan gentleman, bisa menimbukan image positif, bahwa tokoh muda Indonesia mampu menjadi pemimpin masa depan.
Lebih lanjut Jackson mengatakan, pihaknya meminta kedua kubu pengurus KNPI yang berseteru, untuk kembali mengadakan pertemuan, kemudian bicara dari hati ke hati menyelesaikan konflik internal tanpa diwarnai kekerasan. Apalagi menurutnya, para pendahulu bangsa the founding fathers selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat.
"Apapun hasil keputusan musyawarah harus ditaati bersama, meski nantinya ada pihak yang kurang diuntungkan. Keputusan bersama bukan berarti yang terbanyak adalah pemenangnya, tapi lebih dari itu, yakni bisa berguna untuk kepentingan bersama. Pokoknya kubu Aziz dan Doli harus legowo dan tidak menympan dendam," ujar Jackson, yang pernah menjabat Sekjen Senat Mahasiswa STIE Nusantara Jakarta.
Dia juga mengaku siap jika diminta melakukan mediasi kedua pihak yang bertikai, asalkan semuanya dapat bersikap terbuka dan tidak memunculkan ego.
"Pemerintah hanya diperlukan sebagai fasilitator. Saya kira Meneg Pemuda dan Olahraga Adhiyaksa Dault, bersedia membantu demi keutuhan para pemuda," katanya. (Eko)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar
Agenda
Editorial
- 05 November 2008
Lukman Edy "Bernostalgia masa lalu" Di Kepri - 05 November 2008
LUKMAN EDY ; SPIRIT BARU BAGI KAUM MUDA - 22 September 2008
Laporan Perjalanan Safari Ramadhan 1429H - 03 Maret 2008
Lukman Edy, Jum'at adalah Waktu Untuk Keluarga - 14 Januari 2008
EVALUASI 3 TAHUN DAERAH TERTINGGAL - 07 November 2007
'Keluarga Harapkan Lukman Edy tidak Berubah' - 07 November 2007
Pembangunan Daerah Tertinggal Butuh Payung Regulasi - 05 November 2007
Catatan Dari Safari Ramadhan 1428H - 05 November 2007
Filosofi Karpet Merah - 05 November 2007
Kejar Ketertinggalan dengan Dana Minim
Pemikiran
- 15 September 2008
Lingkungan Hidup - 15 September 2008
Land Reform - 15 September 2008
Stabilitas Moneter - 15 September 2008
Menuntaskan Konsolidasi Demokrasi - 10 September 2008
Integrasi NKRI - 10 September 2008
Otonomi Daerah - 10 September 2008
Pembangunan Pedesaan Dan Pengembangan Wilayah - 10 September 2008
Pengelolaan SDA Yang Bijaksana - 05 September 2008
PENYEDIAAN ENERGI NASIONAL - 05 September 2008
Pemberantasan Korupsi


