Search  
Berita
Kamis, 18 Desember 2008 21:42:34
Konflik KNPI Berpotensi Tingkatkan Golput
Kategori: Umum (332 kali dibaca)
Konflik internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) diharapkan dapat segera selesai secara damai, karena jika terus berlarut-larut, dikhawatirkan akan mengganggu proses dan kegiatan Pemilu 2009 mendatang.

"Kalau adik-adik kita membaca koran atau menonton televisi, kemudian melihat kakak-kakak mereka di dunia politik berkelahi, ya tentunya bisa menimbulkan sikap apatis pada saat Pemilu nanti. Ini bisa berpotensi menambah jumlah golput," kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Partai Karya Perjuangan (DPN Pakar Pangan) Jackson Kumaat di Jakarta, Kamis (18/12/2008).

Diketahui, KNPI terpecah menjadi dua kubu, yakni versi Kongres di Bali dengan Ketua Umumnya Aziz Syamsuddin dan versi kongres Ancol dengan pimpinannya Ahmad Doli Kurnia.

"Konflik internal KNPI dapat menimbukkan image buruk bagi generasi muda, yang merupakan kalangan pemilih dengan jumlah terbesar pada Pemilu mendatang. Kalau ini dibiarkan, maka banyak pemilih pemula yang enggan mencoblos, karena beranggapan senior atau kakak-kakak mereka tidak mampu bersatu untuk bangsa dan negara," ujar Jackson yang juga mantan aktivis.

Menurut dia, masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk Pemilu mendatang, tentunya akan mencermati aktivitas organisasi kepemudaan, termasuk kegiatan para calon legislatif (caleg) muda menjelang Pemilu Legislatif 2009.

"Kalau adik-adik kita membaca koran atau menonton televisi, kemudian melihat kakak-kakak mereka di dunia politik berkelahi, ya tentunya bisa menimbulkan sikap apatis pada saat Pemilu nanti. Ini bisa berpotensi menambah jumlah golput," katanya.

Pihaknya merasa optimis, jika masalah internal di KNPI dapat segera berakhir, maka akan menumbuhkan kepercayaan di masyarakat khususnya pemilih pemula, bahwa anak-anak muda yang berkancah di dunia politik, mampu bersatu untuk perubahan bersama. Jackson juga yakin, jika pengurus KNPI memiliki sikap elegan dan gentleman, bisa menimbukan image positif, bahwa tokoh muda Indonesia mampu menjadi pemimpin masa depan.

Lebih lanjut Jackson mengatakan, pihaknya meminta kedua kubu pengurus KNPI yang berseteru, untuk kembali mengadakan pertemuan, kemudian bicara dari hati ke hati menyelesaikan konflik internal tanpa diwarnai kekerasan. Apalagi menurutnya, para pendahulu bangsa the founding fathers selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat.

"Apapun hasil keputusan musyawarah harus ditaati bersama, meski nantinya ada pihak yang kurang diuntungkan. Keputusan bersama bukan berarti yang terbanyak adalah pemenangnya, tapi lebih dari itu, yakni bisa berguna untuk kepentingan bersama. Pokoknya kubu Aziz dan Doli harus legowo dan tidak menympan dendam," ujar Jackson, yang pernah menjabat Sekjen Senat Mahasiswa STIE Nusantara Jakarta.

Dia juga mengaku siap jika diminta melakukan mediasi kedua pihak yang bertikai, asalkan semuanya dapat bersikap terbuka dan tidak memunculkan ego.

"Pemerintah hanya diperlukan sebagai fasilitator. Saya kira Meneg Pemuda dan Olahraga Adhiyaksa Dault, bersedia membantu demi keutuhan para pemuda," katanya. (Eko)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar