Search  
Editorial
Senin, 22 September 2008 11:27:29
Lintas Sulawesi KPDT, 11 - 17 September 2008
Laporan Perjalanan Safari Ramadhan 1429H
Kategori: Umum (1390 kali dibaca)
 

Bulan Ramadhan 2008/1429H yang jatuh pada tanggal 1 September 2008, merupakan berkah bagi seluruh umat islam. Dibulan yang penuh rahmat ini pula, jajaran pemerintahan dibawah kepemimpinan presiden, bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan wakil presiden, bapak Jusuf Kalla juga akan memanfaatkan  momentum bulan penuh berkah ini untuk merajut tali silaturrahmi antara pemerintahan yang dipimpinnya dengan rakyat Indonesia.

 

Untuk itu, pada bulan yang penuh makna dan rahmat ini, seluruh jajaran kementerian kabinet Indonesia bersatu diberi tugas dan amanah untu merealisasian program silaturrahmi tersebut. Program yang diberi tajuk safari ramadhan ini di berikan kepada semua kementerian, tak terkecuali Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Sesuai dengan tugas dan amanat yang diemban, pada tanggal 11 September 2008, KPDT memulai agenda safari ramadhan 2008. Jika pada tahun 2007 lalu KPDT mendapat tugas safari ramadhan lintas timur Sumatera, maka di tahun 2008 ini, KPDT mendapat tugas melakukan safari ramadhan keseluruh Sulawesi.

 

Hari Pertama Safari Ramadhan Lintas Sulawesi (11 September 2008)

Dengan diikuti rombongan dari jajaran Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Meneg PDT, Ir HM Lukman Edy Msi, memulai perjalanan melintasi Pulau Sulawesi. Pada tanggal 11 September 2008, Meneg PDT beserta rombongan berkumpul di bandara internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Tepat pukul 08.45 pagi, waktu Jakarta, rombongan bertolak menuju Makassar Sulawesi Selatan.

 

Setibanya di bandara Hasanuddin Makassar sekitar pukul 11.05 waktu setempat, rombongan disambut jajaran pemprov, dan melakukan konferensi perss di sekitar bandara. Dalam konferensi pers tersebut, Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy, Msi, mengatakan, bahwa safari ramadhan lintas Sulawesi ini merupakan agenda pemerintah di bawah pimpinan bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini semata-mata untuk menjalin silaturrahmi, sekaligus melihat langsung kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia. lebih jauh Meneg PDT mengatakan, sejauh mana tingkat keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan pemerintah selama ini dirasaan rakyat, maka dengan kegiatan semacam ini, diharapkan apa yang menjadi kebutuhan rakyat akan menjadi prioritas pemerintah dalam melakukan pembangunan.

 

Usai menggelar konferensi perss rombongan Meneg KPDT, meninggalkan bandara, dengan menaiki bus yang telah disiapkan rombongan menuju Kabupaten Maros.

Di Kabupaten Maros, rombongan Meneg PDT singgah di Pesantren Nahdlatul Ulum, yang berada di Kecamatan Soreang, Maros - Sulawesi Selatan. Rombongan di terima Bupati Maros dan pimpinan pondok pesantren, KH. Sanusi Baco.

 

Dalam kesempatan tersebut, Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy. Msi, mengatakan sikap serius pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla untuk

membuat negara menjadi lebih baik.

 

"Pemerintah sangat serius dalam melaksanakan pembangunan, termasuk pembangunan sumber daya manusia," kata pak Menteri.

 

Tekad pemerintah untuk mengalokasikan 20 persen anggaran bagi pendidikan merupakan salah satu bukti keseriusan itu, ungkap menteri lagi. Lebih lanjut, Meneg PDT mengatakan, pemerintah juga telah menggelontorkan triliunan rupiah untuk menyokong program pemberdayaan masyarakat yang salah satu pintunya adalah melalui program Kementerian Daerah Tertinggal. Hanya saja, kata beliau, 'pekerjaan rumah' bangsa Indonesia terlalu banyak, sementara kemampauan terbatas sehingga tidak mungkin semuanya teratasi dalam waktu singkat.

Usai memberikan sambutan dan berdialog dengan pengasuh Ponpes, Meneg PDT yang didampingi deputi infrastruktur KPDT, H. Agus Salim, menyerahkan bantuan sarana pengadaan air bersih dan sejumlah bantuan peralatan ibadah, yang diserahkan kepada pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum.

Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), setibanya di Kabupaten Pangkep, Rombongan Meneg PDT yang menaiki bus, di terima Bupati Pangkep Syafruddin Nur, di rumah dinasnya. Karena rombongan tiba di kediaman Bupati bertepatan dengan waktu sholat dzuhur, maka rombongan dipersilahkan untuk menunaikan sholat dzuhur, dan kemudian dipersilahkan beristirahat, sambil menunggu acara berbuka puasa bersama.

 

Pada pukul 16.00 WITA, acara berbuka puasa bersama dimulai, rangkaian acara yang diawali dengan sambutan resmi Bupati Pangkep, atas kunjungan safari ramadhan Meneg PDT RI. Dalam sambutannya, Bupati Pangkep Syafruddin Nur, memberikan laporannya, bahwa pemkab Pangkep telah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan meringankan beban mereka, antara lain dengan menggratiskan pelayanan publik, termasuk pendidikan dan kesehatan.

 

Mengingat Pangkep merupakan wilayah kepulauan, pemkab juga memberi subsidi pada pendistribusian sembako dan bahan bakar minyak, sehingga tidak ada perbedaan harga antara wilayah daratan dengan kepulauan.     Kabupaten Pangkep memiliki 120 pulau, 80 di antaranya berpenghuni, sisanya tidak berpenghuni. Kendati tidak berpenghuni, namun semua pulau-pulau tersebut telah diberi nama oleh Departemen Kelautan RI.

 

Usai Bupati memaparan program yang telah dijalanan di Kabupaten Pangkep, Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy. Msi, dalam sambutannya mengatakan, Kementerian yang dipimpinnya berkomitmen mendukung penuh pemerintah kabupaten dalam membangun desa, khususnya desa tertinggal.

 

"Kementerian PDT akan mensupport penuh pemerintah kabupaten dengan catatan pemkab terlebih dulu menyelesaikan hal-hal mendasar yang dihadapi masyarakat," katanya.

 

Persoalannya, ungkap Meneg PDT lagi, selama ini tidak sedikit pemerintah kabupaten yang belum berbuat maksimal sudah menggantungkan diri pada pemerintah pusat. Lebih lanjut Menteri menuturkan, saat ini fokus pembangunan lebih diarahkan ke desa, berbeda dengan masa-masa sebelumnya yang berorientasi ke kota. Berbagai program pun mulai diarahkan ke sana, seperti misalnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

 

"Hal ini untuk memutus ketergantungan desa-desa terhadap perkotaan," pungkas menteri.

 

Usai memberikan sambutan, Meneg PDT berkesempatan memberikan bantuan peralatan beribadah, yang diserahkan langsung Meneg PDT kepada salah satu pengurus yayasan setempat. Selain itu juga, Meneg PDT berkesempatan menyematkan secara simbolis almamater kepada salah satu Kader Pemuda Pembangunan Satu Bangsa (KPPBS) lembaga yang dibentuk salah satu komponen di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (P2SEDT), serta menyerahkan dana operasional sebesar Rp. 10 juta dan satu unit laptop.

 

Usai acara buka puasa bersama, rombongan Meneg PDT menjalankan ibadah sholat isya dan diteruskan dengan sholat tarawih di Masjid Agung Pangkep, sebelum melanjutkan perjalanan safari ramadhan hari kedua lintas Sulawesi.

 

Hari kedua lintas Sulawesi (12 September 2008)

Hari kedua safari ramadhan lintas Sulawesi, Meneg PDT, Ir. HM Lukman Edy. Msi, bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Luwu. Dengan mengendarai bus, Meneg PDT diagendakan menghadiri acara sahur bersama di Kabupaten Luwu. Memulai perjalanan dari Kabupaten Pangkep, usai sholat tarawih, Meneg PDT bersama rombongan tiba di Kabupaten Luwu pukul 03.35 WITA. Rombongan disambut Bupati Luwu beserta jajaran pemerintah Kabupaten serta beberapa anak yatim piatu di kediaman bupati. Mengingat sempitnya waktu yang tersedia, acara langsung dimulai dengan makan sahur bersama bupati dan anak panti asuhan di Kabupaten Luwu. Usai acara makan sahur bersama, Meneg PDT bersama rombongan langsung menuju Masjid Agung Kabupaten Luwu, dengan disertai Bupati serta jajaran pemerintahan Kabupaten Luwu. Usai menunaikan sholat subuh berjama'ah, Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy, Msi berkesempatan menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan safari ramadhan lintas Sulawesi ini kepada jama'ah yang hadir.

Dalam arahannya, Meneg PDT Lukman Edy meminta masyarakat agar tidak

mudah bersikap apriori terhadap program pemerintah.

 

Menurut Menteri, setiap program yang dicanangkan pemerintah tentu sudah melalui kajian dan pertimbangan yang matang dan menyeluruh.

 

Lebih lanjut pak Menteri menyebut salah satu program pemerintah yang disikapi secara apriori adalah pemberian bantuan langsung tunai (BLT) pada keluarga miskin yang banyak dikritik tidak efektif untuk mengentaskan kemiskinan.

 

Dikatakannya,  BLT merupakan salah satu bagian saja dari program pro rakyat yang dijalankan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla.

 

"Ada tiga pendekatan dalam pemberian bantuan, yakni pendekatan ikan, kail, dan perahu. Pendekatan ikan ini ditujukan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin," katanya.

 

Selain BLT, beberapa program bantuan jenis ini antara lain Bantuan Operasional Sekolah (BOS), beras untuk rakyat miskin (Raskin), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

 

Pendekatan kail dilakukan untuk membantu kelompok masyarakat agar bisa meningkatkan penghasilan mereka melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.

 

Sedangkan pendekatan perahu ditujukan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berupa penjaminan kredit pada bank-bank pemerintah.

 

"Dengan adanya penjaminan ini, UMKM tidak perlu lagi dimintai jaminan kalau mengajukan kredit. Jika bank pemerintah tetap meminta jaminan, segera saja laporkan,"

Pungkas Menteri.

 

Sebelum acara tersebut berakhir, Meneg PDT sempat menyerahkan bantuan berupa paket perlengkapan beribadah, serta santunan untuk yatim piatu yang diterima oleh pengurus yayasan setempat. Di penghujung acara, diteruskan dengan ramah tamah sekaligus pelepasan bus rombongan Meneg PDT, meninggalkan Kabupaten Luwu. Selanjutnya Meneg PDT beserta rombongan meneruskan perjalanan menuju Kabupaten Luwu Utara.

 

Karena perjalanan menuju Luwu Utara dilakukan pagi hari, Meneg PDT beserta rombongan dipersilahkan istirahat, sesampainya di Kabupaten tersebut. Rombongan akhirnya beristirahat di penginapan "Villa Bukit Melly" di Kabupaten Luwu Utara, sembari menunggu waktu sholat Jum'at.

 

Tepat pukul 11 waktu setempat, Meneg PDT bersama rombongan meninggalkan tempat peristirahatan, menuju kediaman Bupati Luwu Utara, sekaligus melaksanakan sholat Jum'at berjama'ah di masjid Agung Kabupaten Luwu Utara.

 

Usai melaksanakan sholat Jum'at berjama'ah, Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy. Msi, menuju desa Lantang Tallang, untuk meresmikan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

 

PLTMH yang menghasilan daya sekitar 18 Kilowatt tersebut akan memasok kebutuhan listrik 117 rumah dan dua fasilitas umum yang ada di desa yang berjarak sekitar tujuh

kilometer dari ibukota kabupaten tersebut. PLTMH Lantang Tallang didanai secara patungan oleh dana APBN Kementerian PDT tahun anggaran 2007 sebesar Rp560 juta

dan APBD Kabupaten Luwu Utara senilai Rp132,5 juta.

 

Menteri PDT Lukman Edy pada kesempatan itu menyatakan, pemenuhan kebutuhan listrik masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, sebab dari 70 ribu desa, masih terdapat 6.200 desa belum menikmatinya.

 

Sementera itu, Bupati Luwu Utara HM Luthfi A Mutty menyatakan, di wilayahnya, sebanyak 72 desa telah menikmati aliran listrik PLN, namun masih ada 63 desa lagi yang belum tersentuh.

 

"Untuk desa tertinggal daerah di perbukitan 17 desa sudah teraliri listrik non PLN, yang belum ada 21 desa," katanya. 

 

Pemkab Luwu Utara sendiri bertekad untuk terus menghasilkan desa mandiri energi dengan memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan seperti aliran sungai.

 

Usai meresmikan proyek tersebut, Meneg PDT bersama rombongan langsung menuju Kabupaten Luwu Timur. Ditengah perjalanan Meneg PDT berkesempatan singgah dan meninjau pusat pelatihan ketrampilan di Kabupaten Luwu Utara, kemudian melanjutan perjalanan kembali menuju Kabupaten Luwu Timur.

 

Rombongan Meneg PDT tiba di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, tepat sejam sebelum bedug maghrib. Rombongan disambut Camat Mangkutana beserta Bupati Luwu Timur, rombongan melaksanakan buka puasa bersama di Kabupaten tersebut bersama masyarakat, sekaligus menunaikan sholat tarawih berjama'ah. Sebelum acara buka puasa bersama, Meneg PDT memberikan bantuan beberapa paket peralatan beribadah, santunan untuk fakir miskin serta mengenakan jaket almamater kepada perwakilan Kader Pemuda Pembangunan Satu Bangsa (PPSB-P2SEDT), serta memberikan bantuan operasional dan satu unit laptop kepada lembaga tersebut.

 

Usai sholat tarawih, rombongan Meneg PDT beranjak meneruskan perjalanan menuju provinsi Sulawesi Tengah, yang menjadi tujuan selanjutnya.

 

Bus rombongan Meneg PDT, dengan di antar rombongan Bupati Luwu Timur menyusuri jalan penuh liku dan tanjakan. Hingga ke perbatasan provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah rombongan di lepas oleh Bupati Luwu Timur. Kemudian rombongan dijemput Bupati Poso, yang telah menunggu bus rombongan Meneg PDT di perbatasan.

 

Jalan menuju Kabupaten  Poso harus ditempuh selama kurang lebih 7 jam, dengan kondisi jalan yang cukup berat dan rusak. Beberapa kali bus yang di tumpangi Meneg PDT bersama rombongan harus terperosok lobang yang ada diantara jalur ini. Setelah berjibaku dengan  kondisi jalanan yang rusak berat, serta banyaknya tikungan tajam dan berelok, akhirnya rombongan Meneg PDT tiba di Kabupaten Poso, tepat pukul 03.45 WITA.

 

Hari ke tiga Lintas Sulawesi (13 September 2008)

Mengawali agenda safari ramadhan di hari ketiga, rombongan Meneg PDT melaksanakan kegiatan makan sahur bersama Bupati dan masyarakat Kabupaten Poso. Karena waktu yang ada sangat singkat, maka rombongan kemudian melanjutkan sholat Subuh berjama'ah di masjid Agung Poso.

 

Acara kegiatan safari ramadhan di Kabupaten Poso dilanjutkan, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, dengan menggelar pertemuan bersama Bupati serta jajaran pemerintahan Kabupaten Poso di kantor Bupati Poso.  Acara pertemuan tersebut berlangsung hingga waktu sholat Dzuhur, kemudian rombongan Meneg PDT berpamitan usai sholat dzuhur, untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Parigi Moutong.

 

Perjalanan panjang kembali harus ditempuh Meneg PDT beserta rombongan safari ramadhan. Mengawali perjalanan dari depan halaman kantor Bupati Poso, Meneg PDT dengan menggunakan bus menyusuri jalanan lintas Sulawesi menuju Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu kurang lebih 5 jam tersebut, ternyata meleset dari perkiraan. Rombongan harus menempuh waktu perjalanan kurang lebih 7 jam. Akhirnya Meneg PDT bersama rombongan harus melakukan buka puasa dalam perjalanan, dengan menu seadanya.

 

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 7 jam, akhirnya rombongan tiba di lokasi di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. Karena kedatangan rombongan Meneg PDT sudah telat cukup lama, maka Meneg PDT bersama rombongan langsung dipersilahkan untuk melakukan buka puasa. Usai berbuka puasa dan sholat maghrib, kegiatan diterusan dengan ramah tamah antara Meneg PDT dengan pemerintah daerah setempat juga masyarakat yang hadir. Acara tersebut juga dimanfaatkan Meneg PDT untuk mendengarkan keluhan masyarakat soal kesulitan yang dihadapi, juga pemberian bantuan paket peribadatan serta penyematan jaket almamater kepada perwakilan KPPBS, di Kabupaten Parigi Moutong. Serta diserahkannya dana operasional kepada lembaga tersebut sebesar Rp. 10 juta dan satu unit laptop sebagai penunjang kinerja mereka.

 

Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Kabupaten Parigi, Rombongan Meneg PDT melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pahuwato, Provinsi Gorontalo.

 

Hari keempat lintas Sulawesi (14 September 2008)

Perjalanan dari Tinombo menuju Pahuwato diperkirakan memakan waktu 5 jam, sehingga rombongan Meneg PDT bisa melaksanakan kegiatan makan sahur bersama di Kabupaten Pahuwato. Namun, lagi-lagi prediksi tersebut tidak tepat, bukan karena kondisi jalannya yang rusak, atau jarak yang diperkirakan tidak sesuai dengan perkiraan waktu. Namun, karena bus yang ditumpangi Bapak Menteri bersama rombongan tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena mengalami kerusakan yang sangat fatal. Akhirnya bus  dihentikan di wilayah Kabupaten Tinombo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tepat waktu makan sahur. Sementara jarak yang harus dilalui untuk mencapai Kabupaten Pahuwato masih relatif panjang, kira-kira membutuhkan waktu 1 jam perjalanan lagi.

 

Untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara sahur bersama di Kabupaten Pahuwato, Meneg PDT beserta rombongan akhirnya menggunakan kendaraan yang ada, serta beberapa kendaraan operasional polsek setempat yang kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dengan peristiwa mogoknya bus rombongan Meneg PDT.

 

Akhirnya dengan susah payah rombongan Meneg PDT tiba di lokasi kendati agak terlambat, namun masih ada waktu untuk melaksanakan makan sahur bersama. Usai sahur Meneg PDT dan rombongan meluncur ke pondok pesantren Al Khairat di Kabupaten Pahuwato, untuk melaksanakan sholat subuh sekaligus bersilaturrahmi dengan pengasuh pondok dan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan bertemu Bupati Pahuwato beserta jajaran pemerintahan Kabupaten, di kediaman Bupati. Acara berlangsung hingga pukul 09.30 waktu setempat, kemudian Meneg PDT bersama rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Boalemo.

 

Dengan menggunakan beberapa mobil kijang, rombongan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam untuk sampai di Kabupaten Boalemo.  

 

Dengan disambut upacara adat, kedatangan Meneg PDT beserta rombongan langsung diterima Bupati Boalemo dan para tokoh masyarakat, di kediaman Bupati. Usai acara ramah tamah, acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada yayasan setempat sekaligus penyematan jaket almamater KPPSB oleh Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy. Msi, kepada perwakilan lembaga tersebut. Meneg PDT juga memberikan bantuan uang operasional kepada lembaga tersebut sebesar Rp. 10 juta serta satu unit laptop.

 

Usai rangkaian acara di Kabupaten Boalemo, rombongan Meneg PDT bergerak menuju lokasi selanjutnya, yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Dalam perjalanan yang memakan waktu hampir 7 jam tersebut, rombongan singgah sejenak di perbatasan antara provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara, untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur, sekaligus berganti mobil. Rombongan yang tadinya menggunakan beberapa kendaraan jenis kijang berganti dengan bus, yang disediakan oleh pemprov Gorontalo. Usai sholat dzuhur dan merapikan perbekalan rombongan kembali meneruskan perjalanan menuju Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

 

Panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Kabupaten Bolaang Mongondow, rombongan kembali harus menjalankan acara berbuka puasa bersama di bus. Dengan berbagi satu botol air mineral serta kue kering yang tersisa dari bekal yang tertinggal di bus pertama, Meneg PDT bersama rombongan berbuka puasa, sambil menunggu tiba di Kabupaten Bolaang Mongondow.

 

Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam, akhirnya rombongan tiba di Kabupaten Bolaang Mongondow, disambut Bupati Bolaang Mongondow serta jajaran pemerintahan Kabupaten, kedatangan Meneg PDT diiringi tarian perang oleh sekelompok penari pelajar dari Kabupaten tersebut.

Karena kedatangan Meneg PDT bersama rombongan sudah ditunggu-tunggu, maka acara berbuka puasa bersamapun dilangsungkan. Usai berbuka puasa Meneg PDT beramah tamah dengan masyarakat yang hadir. Pada kesempatan tersebut, Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy. Msi, menyampaikan beberapa pesan dan kesannya.

Menurutnya, Kabupaten Bolmong merupakan tempat yang patut dijadikan contoh bagi daerah-daerah yang lain.

 

"Heterogenitas masyarakat Bolaang Mongondow merupakan aset yang sangat berharga dalam melakukan pembangunan, terlebih Bolaang Mongondow saat ini dipimpin oleh sosok Bupati yang memiliki visi membangun sangat bagus", ungkap bapak menteri.

 

Lebih lanjut Meneg PDT menegaskan, kondisi yang ada di Bolaang Mongondow merupakan bentuk kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan dan dijaga keberadaannya, karena dengan cara seperti itulah pembangunan akan berjalan lebih efektif dan cepat menunjukan hasil.  

 

Usai melaksanakan rangkaian kegiatan buka puasa bersama di Kabupaten Bolaang Mongondow, Meneg PDT bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju ibukota provinsi Sulawesi Utara (Kota Manado), dengan menggunakan bus, rombongan menempuh waktu perjalanan kurang lebih 3 jam.

 

Sesampainya di Kota Manado, rombongan langsung menuju tempat peristirahatan untuk beristirahat, sekaligus bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi selanjutnya pada keesokan hari.

 

Hari kelima lintas Sulawesi (15 September 2008)

Hari kelima safari ramadhan Kemeneg PDT diagendakan mengunjungi kepulaun Sangihe. Diawali makan sahur di penginapan, agenda kunjungan ke Pulau Tahuna, Kabupaten Sangihe direncanakan menggunakan pesawat Trigana Airways. Namun, karena keterbatasan tiket, akhirnya rombongan dipecah menjadi dua. Rombongan pertama, yang terdiri dari bapak Menteri PDT, Ir. HM. Lukman Edy. Msi, beserta koordinator safari ramadhan KPDT, H. Agus Salim dan beberapa orang staf KPDT berangkat menggunakan pesawat. Sementara rombongan kedua menyusul menggunakan kapal laut.

 

Rombongan pertama yang datang lebih awal langsung diterima Bupati Sangihe, kemudian rombongan Meneg PDT yang didampingi bupati sangihe berkesempatan mengunjungi perumahan sederhana nelayan di Desa Utak Urano, tempat

relokasi nelayan korban bencana banjir, serta mengunjungi tempat pelelangan ikan di kawasan tersebut. Usai berkunjung, rombongan kembali kerumah dinas Bupati Sangihe untu beristirahat, sambil menunggu waktu berbuka puasa, sekaligus menunggu rombongan kedua yang belum tiba di lokasi.

 

Rombongan kedua yang menggunakan kapal laut, harus menempuh perjalanan selama 7 jam, untuk mencapai Pulau Tahuna, Kepulauan Sangihe. Rombongan baru tiba 10 menit menjelang bedug maghrib, setelah memulai perjalanan dari pukul 11.30 waktu setempat.

Rombongan emudian mengikuti acara berbuka puasa bersama, lalu dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama'ah. Usai berbuka dan sholat maghrib, Meneg PDT didampingi koordinator safari ramadhan dan bupati Sangihe menggelar konferensi perss.

 

Pada kesempatan itu, Meneg PDT, Ir. HM. Lukman Edy, Msi, mengungkapkan, saat pemerintah sebaiknya mulai mengganti pendekatan keamanan menjadi kesejahteraan masyarakat dalam menjaga wilayah perbatasan. Sering kali masalah ekonomi justru menjadi ancaman serius terjadinya disintegrasi bangsa.

 

Menurutnya, faktor kesejahteraan masyarakat menjadi masalah dominan ancaman terjadinya disintegrasi.

 

‘Untuk itu, pemerintah perlu dan harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat disekitar perbatasan", ungkap pak menteri.

 

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Sangihe merupakan Kabupaten yang berbatasan dengan Filipina.

 

Dalam jumpa perssnya, Meneg PDT juga mengungkapkan gagasannya untuk mengalokasikan anggaran bantuan bagi perumahan nelayan pada 2009.

 

"Tahun 2009 akan kita munculkan nomenklaturnya," tegas Menteri.

 

Menurut Meneg PDT, munculnya gagasan tersebut, setelah beliau melakukan diskusi dengan Bupati Sangihe, Winsulangi Salindeho usai meninjau relokasi korban bencana.

 

Dipenghujung acara konferensi perss, Meneg PDT menyatakan komitmennya untuk memberikan beberapa bantuan. Jenis bantuan yang akan diberikan antara lain berupa kapal yang diharapkan bisa membantu masyarakat nelayan untuk menjual hasil produksi mereka atau sebagai alat angkut bahan bakar minyak (BBM).

 

"Nanti kita masukkan dalam skema dana alokasi khusus KPDT," kata Lukman.

 

Selain itu, PDT juga berkomitmen untuk membantu terwujudnya pelabuhan bagi kapal nelayan dan fasilatas sarana dan sarana Politeknik Nusa Utara. Untuk membantu politeknik yang kini sudah beroperasi itu PDT akan menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Sebelumnya, PDT telah membantu nelayan setempat dengan membangun pabrik es yang hasil produksinya digunakan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka.

 

Setelah usai bertemu dengan para wartawan, Meneg PDT beserta rombongan berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat tarawih berjama'ah. Usai sholat tarawih, Meneg PDT beserta rombongan dipersilahkan beristirahat ditempat peristirahatan yang telah disediakan, sambil menunggu datangnya waktu sahur.

 

Hari keenam lintas Sulawesi (16 September 2008)

Jadwal safari ramadhan KPDT dihari keenam adalah menghadiri acara peringatan malam nuzulul qur'an di Kabupaten Minahasa Utara. Untuk mencapai lokasi acara, rombongan harus menempuh perjalanan selama 7 jam jalur laut dari Kabupaten Sangihe menuju kota Manado, dan 2 jam melalui jalur darat dari kota Manado menuju Kabupaten Minahasa Utara.

Diawali dengan makan sahur bersama di kediaman Bupati Sangihe serta sholat subuh, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut. Pukul 10.00, rombongan berangkat melalui pelabuhan Pulau Tahuna, Sangihe.

 

Rombongan Meneg PDT tiba di pelabuhan kota Manado pukul 17.00, waktu setempat, dan langsung menuju Kabupaten Minahasa Utara. Tiba dilokasi peringatan nuzulul qur'an, di masjid Desa Likupang Dua, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, Meneg PDT beserta rombongan langsung melaksanakan buka puasa bersama. Acara yang juga dihadiri wakil gubenur Sulawesi Utara ini berjalan ditengah guyuran hujan rintik-rintik. Usai berbuka Meneg PDT berkenan memberikan sambutan, dalam sambutannya, Meneg PDT menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

 

"Pemerintah saat ini terus bekerja keras untuk mengatasi kemiskinan, di tahun depan pemerintah bertekad menurunkan jumlah kemiskinan hingga mencapai 15%", ungkap Menteri.

 

Lebih lanjut, Menteri mengatakan, bahwa apa yang saat ini banyak di kritik oleh pengamat, semuanya itu tidak benar. Program-program pengentasan kemiskinan yang tengah berjalan telah menunjukan hasil yang menggembirakan. Imbuh menteri.

 

Kegiatan safari ramadhan ini, merupakan sarana untuk melihat langsung perbaikan taraf hidup rakyat. Disepanjang jalan selama melintasi Sulawesi, dapat disaksikan bahwa taraf hidup rakyat telah mengalami perbaikan. Rumahnya sudah mulai bagus-bagus dan rapih, kata Menteri lagi.

 

Dipenghujung acara Meneg PDT yang didampingi H. Agus Salim dan Wakil Gubenur Sultra memberikan bantuan paket peribadatan serta uang untuk pemeliharaan sarana masjid sebesar Rp. 20 juta.

 

Usai acara tersebut, Meneg PDT bersama rombongan meninggalkan lokasi, menuju penginapan di kota Manado, untuk beristirahat sekaligus bersiap meninggalkan Pulau Sulawesi keesokan harinya.

 

Hari ketujuh lintas Sulawesi (17 September 2008)

Setelah menempuh jarak sekitar 2400km, akhirnya kegiatan safari ramadhan KPDT berakhir. Rombongan akan bertolak kembali ke Jakarta, pada tanggal 17 September 2008.  Untuk mengakhiri perjalanan tersebut, rombongan melakukan sahur terakhir di Kota Manado, kemudian packing dan bersiap menuju bandara Sam Ratulangi Manado, menunggu penerbangan menuju Jakarta, yang jadwal pemberangkatannya tepat pukul 10.30 waktu setempat. 

(Eko)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar