Search  
Editorial
Rabu, 07 November 2007 23:07:24
Pesan Sang Ibu
'Keluarga Harapkan Lukman Edy tidak Berubah'
Kategori: Umum (808 kali dibaca)

Keluarga Muhammad Lukman Edy, calon Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, mengharapkan tidak akan berubah dan selalu membawa baik keluarga, jika sudah duduk dalam kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jabatan sebagai menteri merupakan amanah dan merupakan tugas yang sangat berat apalagi Lukman Edy masih muda, saya berharap ia tidak berubah, dan bisa menjalankan amanah tersebut," kata Ibu mertuanya, Hj Rosnawati, 58, di rumahnya, di Jalan Pondok Petir Raya, No 1, RT03/RW01, Gang Bambu Kuning, Kecamatan Sawangan, Depok, Minggu (6/5) malam.

Beberapa wajah baru kemungkinan akan mendapat jatah menteri atau setingkatnya, adalah Hendarman Supandji (Timtas Tipikor), Andi Mattalatta (Ketua DPP Partai Golkar), Lukman Edy (Sekjen PKB), Mohammad Nuh (mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya), dan Jusman Syafii Djamal anggota Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi.

Rosnawati menceritakan bahwa Lukman Edy merupakan anak yang pendiam dan tidak pernah cerita apapun tentang kegiatannya. Namun ia sangat rajin ulet dan pantang menyerah, serta selalu memperhatikan rakyat kecil.

"Saya aja tahu dia diminta jadi menteri dari media massa," katanya.

Ketika mengetahui hal tersebut, ia langsung kaget, kasihan, bingung, gembira, sedih karena mempunyai tugas yang sangat berat di usianya yang sangat muda .

"Pokoknya perasaan saya ketika media massa menyebut nama dia, bercampur baur tidak karuan, dan tanpa terasa air mata menetes," katanya dengan kata terbata bata menahan rasa haru.

"Mudah-mudahan dia menjadi pemimpin yang shalih, mampu mengayomi rakyatnya," tambahnya.

Rosnawati mengatakan sejak Kamis (3/5) Eddy tidak pernah pulang ke rumah, karena kesibukannya, namun ia memaklumi keadaan seperti ini, karena ia bekerja untuk rakyat.

Ia mengharapkan kepada semua pemimpin bangsa, bukan hanya Lukman Edy, untuk menjadi pemimpin yang shalih dan benar-benar berjuang untuk rakyat, tidak hanya pandai bicara, dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri ataupun kelompoknya.

"Kalau semua pemimpin shalih, maka Indonesia akan selamat dari bencana bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini," katanya.

Langsung nikah

Rosnawati pun menceritakan pertemuan antara Gustini Zuliati, putrinya dan Lukman Edy terjadi ketika keduanya sama-sama masih kuliah.

Gustini kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Edy kuliah di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

Keduanya bertemu dalam suatu pertemuan Ikatan Mahasiswa Keluarga Riau. Ketika itu, Edy menjadi ketuanya dan Gustini sebagai sekretarisnya. Dari seringnya pertemuan tersebut maka keduanya berpacaran.

"Ketika saya mengetahui keduanya berpacaran maka saya minta kepada Edy supaya langsung menikahi anak saya. Ibu kan masih menganut agama yang kolot, tidak baik pacaran, lebih baik langsung nikah," kata Rosnawati.

Namun ketika itu, keluarga Edy belum mengizinkan menikah karena masih berstatus mahasiswa. "Kalau tidak mau nikah yang putus saja jangan pacaran," katanya mengenang saat itu.

Karena keteguhan hati Edy, maka keduanya menikah dan saat ini dikarunia tiga orang putra, yaitu M Sauli, 10, Maulana Ali Lutfi, 8, dan Muhammad Iyas, 4.

"Kesemua anaknya laki-laki semoga nantinya juga menjadi pemimpin yang shalih," demikian Rosnawati. (Ant/OL-06)

 

(Eko)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar