Search  
Editorial
Senin, 05 November 2007 16:25:44
Filosofi Karpet Merah
Kategori: Umum (770 kali dibaca)

Ada perbedaan yang substansial yang mengandung filosofi mendalam antara karpet berwarna merah dengan karpet hijau. Perbedaannya, menurut Lukman Edy, menteri negara Pembangunan Daerah Tertinggal, adalah kalau karpet hijau lebih familiar dan bisa dilalui oleh siapa saja. Tapi tidak demikian halnya dengan karpet merah, yang biasanya untuk menyambut tamu-tamu istimewa atau tamu VIP dan VVIP. Jadi, tidak sembarang orang bisa menginjak karpet merah tersebut.

Misalnya, kata dia, di ajang Grammy Awards, hanya artis-artis papan atas dan senior saja yang berhak untuk lewat melalui red carpet. Sementara artis-artis baru tidak diperkenankan. ''Karpet merah telah memberikan ruang pada orang-orang khusus, yang kemudian menimbulkan disparitas bagi yang tidak bisa lewat. Sehingga jurang kesenjangan pun semakin dalam,'' ungkap mantan sekjen Partai Kebangkitan Bangsa ini.

''Nah, ini kenapa warna karpetnya hijau?,'' tandas Lukman Edy sambil menunjuk karpet yang terhampar di depannya, sebagai alas digelarnya peragaan busana di kantor Kementerian PDT, di Jakarta, Selasa (2/10). Itu, menurut menteri, ini, sebagai tanda semakin dekatnya hubungan antara manusia dengan Yang Maha Kuasa. Juga menandakan betapa eratnya silaturahmi sesama manusia.

Itulah pulalah sebabnya, menurut dia, mengapa PKB menggunakan warna hijau. Karena, menunjukkan hubungan antara kita dengan sang Pencipta serta kita dengan sesama. osa

(Eko)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar