- 17 Juni 2008
Rasionalitas Politik dan PKB - 01 April 2008
OP Minyak Goreng Belum Bisa Turunkan Harga - 01 April 2008
Presiden Minta Fokus Tingkatkan Produksi Beras - 01 April 2008
3.200 Ton Kedelai Bersubsidi Mulai Disalurkan - 21 Pebruari 2008
MEMBANGUN BANGSA ADALAH MEMBANGUN DESA - 21 Pebruari 2008
PENGUATAN KELEMBAGAAN DESA - 21 Pebruari 2008
INVESTASI DI DAERAH TERTINGGAL - 02 Pebruari 2008
PENDEKATAN HOLISTIK PEMBANGUNAN PERBATASAN - 02 Pebruari 2008
KEMISKINAN DI PERBATASAN DAN NASIONALISME - 02 Pebruari 2008
ISLAM, PLURALISME DAN KEPEMIMPINAN
Ada perbedaan yang substansial yang mengandung filosofi mendalam antara karpet berwarna merah dengan karpet hijau. Perbedaannya, menurut Lukman Edy, menteri negara Pembangunan Daerah Tertinggal, adalah kalau karpet hijau lebih familiar dan bisa dilalui oleh siapa saja. Tapi tidak demikian halnya dengan karpet merah, yang biasanya untuk menyambut tamu-tamu istimewa atau tamu VIP dan VVIP. Jadi, tidak sembarang orang bisa menginjak karpet merah tersebut.
Misalnya, kata dia, di ajang Grammy Awards, hanya artis-artis papan atas dan senior saja yang berhak untuk lewat melalui red carpet. Sementara artis-artis baru tidak diperkenankan. ''Karpet merah telah memberikan ruang pada orang-orang khusus, yang kemudian menimbulkan disparitas bagi yang tidak bisa lewat. Sehingga jurang kesenjangan pun semakin dalam,'' ungkap mantan sekjen Partai Kebangkitan Bangsa ini.
''Nah, ini kenapa warna karpetnya hijau?,'' tandas Lukman Edy sambil menunjuk karpet yang terhampar di depannya, sebagai alas digelarnya peragaan busana di kantor Kementerian PDT, di Jakarta, Selasa (2/10). Itu, menurut menteri, ini, sebagai tanda semakin dekatnya hubungan antara manusia dengan Yang Maha Kuasa. Juga menandakan betapa eratnya silaturahmi sesama manusia.
Itulah pulalah sebabnya, menurut dia, mengapa PKB menggunakan warna hijau. Karena, menunjukkan hubungan antara kita dengan sang Pencipta serta kita dengan sesama. osa
(Eko)- 15 September 2008
Lingkungan Hidup - 15 September 2008
Land Reform - 15 September 2008
Stabilitas Moneter - 15 September 2008
Menuntaskan Konsolidasi Demokrasi - 10 September 2008
Integrasi NKRI - 10 September 2008
Otonomi Daerah - 10 September 2008
Pembangunan Pedesaan Dan Pengembangan Wilayah - 10 September 2008
Pengelolaan SDA Yang Bijaksana - 05 September 2008
PENYEDIAAN ENERGI NASIONAL - 05 September 2008
Pemberantasan Korupsi


