JAKARTA-: Pemerintah menggelontor 3.200 ton kedelai bersubdi senilai Rp3,2 miliar untuk parajin tahun dan tempe di lima wilayah di DKI Jakarta. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp10 miliar dari Rp500 miliar yang disediakan.
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian (Depperin) Fauzi Azis memaparkan anggaran Rp10 miliar merupakan dana talangan, yang diperoleh dari pos anggaran 062 milik Departeman Keuangan (Depkeu).
"Dana diambil dari pos anggaran Ditjen IKM Depperin. Mudah-mudahan hari ini, persetujuan DPR sebesar Rp500 miliar itu sudah diumumkan melalui APBN Perubahan 2008," ucap Fauzi, ketika meluncurkan penyaluran perdana kedelai bersubsidi yang berlokasi di Primkopti Swakerta, Jakarta Barat, Selasa, (1/4).
Fauzi mengatakan pemerintah memilih provinsi DKI Jakarta sebagai sampel program subsidi berkedelai selama 1-3 April mendatang. "Para perajin tahu tempe di Jakarta membutuhkan sekitar 9,2 juta kg kedelai per bulannya. Nah, subsidi ini diberikan untuk IKM tahu tempe yang menggunakan kedelai maksimum hingga 100 kg per hari," ujar Fauzi.
Program subsidi kedelai sendiri termasuk dalam paket kebijakan 1 Februari 2008 yang meliputi beberapa komoditas seperti minyak goreng, terigu, kedelai, dan minyak tanah. Keputusan subsidi kedelai ditetapkan untuk mengurangi beban 115.000 unit usaha perajin tahu tempe pengguna kedelai akibat kenaikan harga kedelai di pasar internasional. "Program ini berlaku hingga enam bulan ke depan," imbuh Fauzi.
Dua bulan setelah kebijakan 1 Febuari ditetapkan, harga kedelai dilaporkan mengalami penurunan. Di DKI, harga kedelai turun dari Rp8.000 (Februari 2008) menjadi Rp6.700-Rp6.900 di tingkat eceran dan Rp6.500-Rp6.700 untuk partai besar per 31 Maret 2008. Sementara di Jawa Barat, harga eceran kedelai Rp6.700-Rp6.950 di tingkat eceran dan Rp6.500-Rp6.750 untuk partai besar.
Menurut Fauzi, kedelai bersubsidi diperuntukkan untuk IKM tahu tempe saja. Sedangkan, IKM lain seperti kecap dan tauco bukanlah sasaran kebijakan 1 Februari.
Ia menegaskan, kupon yang digunakan untuk program kedelai bersubsidi ini disebarkan kepada 115.000 unit usaha IKM tahu tempe di Indonesia, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006.
Nantinya, akan ada verifikasi lanjutan dari pemda masing-masing yang akan memberikan gambaran berapa jumlah IKM tahu tempe saat ini. Pencairan dana subsidi dilakukan melalui rekening penyalur Primkopti
(Eko)- 05 November 2008
Lukman Edy "Bernostalgia masa lalu" Di Kepri - 05 November 2008
LUKMAN EDY ; SPIRIT BARU BAGI KAUM MUDA - 22 September 2008
Laporan Perjalanan Safari Ramadhan 1429H - 03 Maret 2008
Lukman Edy, Jum'at adalah Waktu Untuk Keluarga - 14 Januari 2008
EVALUASI 3 TAHUN DAERAH TERTINGGAL - 07 November 2007
'Keluarga Harapkan Lukman Edy tidak Berubah' - 07 November 2007
Pembangunan Daerah Tertinggal Butuh Payung Regulasi - 05 November 2007
Catatan Dari Safari Ramadhan 1428H - 05 November 2007
Filosofi Karpet Merah - 05 November 2007
Kejar Ketertinggalan dengan Dana Minim
- 15 September 2008
Lingkungan Hidup - 15 September 2008
Land Reform - 15 September 2008
Stabilitas Moneter - 15 September 2008
Menuntaskan Konsolidasi Demokrasi - 10 September 2008
Integrasi NKRI - 10 September 2008
Otonomi Daerah - 10 September 2008
Pembangunan Pedesaan Dan Pengembangan Wilayah - 10 September 2008
Pengelolaan SDA Yang Bijaksana - 05 September 2008
PENYEDIAAN ENERGI NASIONAL - 05 September 2008
Pemberantasan Korupsi


